Thursday, November 23, 2017

Departemen Pendidikan Kedokteran


Informasi Umum

Departemen Pendidikan Kedokteran FKUI dibentuk pada tahun 2006 dengan tujuan untuk mengembangkan ilmu pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat di FKUI khususnya, dan di Indonesia serta di kawasan Asia Pasifik pada umumnya.

Pendidikan kedokteran merupakan rangkaian proses yang memiliki tujuan akhir guna menyediakan pemberi layananan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Kesinambungan dalam proses pendidikan kedokteran mencakup pendidikan di tahap akademik-profesi dokter, dokter spesialis, dokter subspesialis dan pendidikan berkelanjutan. Hal ini juga berlaku untuk pendidikan profesi kesehatan yang lain. Dalam rangka memastikan mutu lulusan dokter, dokter spesialis dan dokter subspesialis serta profesi kesehatan lain berada dalam jalur yang diharapkan, berbagai inisiatif dan inovasi dilaksanakan. Mengupayakan implementasi praktik baik (best practice) di setiap pengembangan serta perubahan sistem pendidikan kedokteran memberikan harapan akan keberhasilan mencetak tenaga kesehatan masa depan.

Ilmu pendidikan untuk program pendidikan dokter berbeda dari ilmu pendidikan pada umumnya karena pendidikan dokter harus dilakukan di tatanan klinis (clinical setting) dengan berbagai karakteristik khusus pendidikan klinis (clinical teaching), dengan melibatkan staf pengajar sebagai medical teacher, pasien sebagai sumber ilmu dan pembelajaran, serta mahasiswa sebagai peserta didik. Hal inilah yang mendorong berkembangnya ilmu pendidikan kedokteran, yang didefinisikan oleh Amin & Eng (2006) sebagai disiplin ilmu kedokteran yang mempelajari pengajaran (teaching) dan pembelajaran (learning) untuk menjadi dokter dan/atau dokter spesialis.[1] Melalui ilmu pendidikan kedokteran, proses pendidikan dokter yang melibatkan dokter (dosen), mahasiswa dan pasien diharapkan menjadi lebih efektif dan efisien. Hal ini disebabkan karena sistem yang terkait dengan pendidikan dokter, seperti sistem seleksi, kurikulum, proses pembelajaran, serta evaluasi, telah dikaji secara ilmiah di dalam bidang ilmu pendidikan kedokteran.

Kebutuhan akan ilmu pendidikan kedokteran saat ini sudah semakin besar karena tantangan yang timbul dalam proses pendidikan dokter juga semakin besar akibat interaksi antara berbagai komponen dari aspek dosen (dokter), mahasiswa, pasien dan masyarakat[2] dan bertambah serta berkembangnya strategi pembelajaran dan teknologi pendidikan. Perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran yang sangat pesat menuntut penyesuaian dalam kurikulum dan pendekatan belajar yang sejalan dengan perkembangan terbaru ilmu dan teknologi kedokteran tersebut. Perkembangan pendidikan dokter spesialis menjadi sebuah pendidikan akademik-profesi juga mendorong kebutuhan ilmu pendidikan kedokteran karena peserta didik program spesialis selain berperan sebagai mahasiswa juga memberikan pelayanan di rumah sakit. Hal ini menyebabkan pola pengaturan pendidikannya menjadi berbeda dan pendekatan belajarnya banyak menggunakan sistem magang (apprenticeship), sehingga memerlukan keahlian khusus untuk dapat membuat kegiatan magang ini menjadi kegiatan akademik yang terstruktur dan dapat diukur.

Ilmu pendidikan kedokteran didukung oleh perkembangan penelitian dalam bidang ini yang memungkinkan praktik dalam pendidikan kedokteran yang berbasis bukti terbaik dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.  Pada dasarnya, pengembangan pendidikan kedokteran perlu senantiasa dihubungkan dengan pengembangan profesi dokter itu sendiri. Staf pengajar kedokteran adalah ahli di bidang keilmuan kedokteran dasar atau klinik yang terlibat langsung dalam pengajaran dan dengan kemampuan dan keahlian khusus dapat melakukan penelitian dalam pendidikan kedokteran.  Secara umum, piramida di bawah ini memperlihatkan peran staf pengajar kedokteran dalam pengajaran, pelaksanaan asesmen, penyusunan kurikulum, pengelolaan pendidikan, pengembangan kemampuan atau pelatihan staf pengajar sampai ke penelitian pendidikan kedokteran.[3]

Gambar 1.  Piramid bertingkat penerapan pendidikan kedokteran dan pengembangan penelitian pendidikan kedokteran

 

 

Undang-Undang Pendidikan Kedokteran (UUPK) No. 20 tahun 2013 telah menyatakan bahwa dalam rangka penjaminan pencapaian kompetensi lulusan dokter diperlukan berbagai kelompok keilmuan, salah satunya adalah Ilmu Pendidikan Kedokteran. Pasal 20 ayat 3 UU tersebut secara eksplisit menyebutkan bahwa dosen mengampu kelompok keilmuan biomedis, kedokteran klinis, bioetika/humaniora kesehatan, ilmu pendidikan kedokteran, serta kedokteran komunitas dan kesehatan masyarakat. Mengacu pada berbagai pasal di UUPK tersebut, maka jelaslah kedudukan Ilmu Pendidikan Kedokteran di antara berbagai cabang ilmu kedokteran lainnya.

Departemen Pendidikan Kedokteran FKUI sebagai pengampu Ilmu Pendidikan Kedokteran di FKUI bertanggung jawab dalam menghasilkan pengetahuan baru dan menjembatani implementasi praktik baik pendidikan kedokteran di FKUI.  Departemen Pendidikan Kedokteran melaksanakan tridarma perguruan tinggi dengan melaksanakan serangkaian program pengembangan kemampuan staf pengajar kedokteran sesuai dengan kebutuhan program pendidikan dokter, dokter spesialis dan subspesialis, melaksanakan penelitian untuk mendukung inovasi baru dalam pendidikan dokter dan profesi kesehatan, dan menyelenggarakan Program Magister Pendidikan Kedokteran.

Departemen Pendidikan Kedokteran FKUI memiliki visi menjadi pelopor pengembang ilmu pendidikan kedokteran di Indonesia pada tahun 2019 dengan memberikan pengalaman yang melebihi harapan (infinite experience) bagi semua stakeholder dalam upaaya bersama menerapkan dan mengembangkan ilmu pendidikan kedokteran. Sesuai dengan visi ini, DPK FKUI memiliki misi mengembangkan ilmu pendidikan kedokteran dan memperkuat peran DPK FKUI dalam dunia pendidikan kedokteran Indonesia di tingkat nasional, regional dan global.

Program Magister Pendidikan Kedokteran sebagai program studi yang berada dalam pengelolaan DPK FKUI bertujuan untuk: a. menghasilkan lulusan dengan kemampuan untuk mengembangkan dan memutakhirkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam disiplin pendidikan kedokteran dengan cara menguasai dan memahami pendekatan, metode, kaidah ilmiah disertai keterampilan penerapannya, b. menghasilkan lulusan yang mampu memecahkan permasalahan dalam disiplin pendidikan kedokteran melalui kegiatan penelitian dan pengembangan berdasarkan kaidah ilmiah, dan c. mengembangkan kinerja profesional yang ditunjukkan dengan ketajaman analisis permasalahan, ketercakupan tinjauan, kepaduan pemecahan masalah atau profesi yang serupa.   

 


[1]AminZ,KhooHE.Basicsinmedicaleducation.Singapore:WorldScientific PublishingCompany;2003.p.105-14.

[2]Davis MH, Karunathilake I, & Harden RM. 2005. AMEE Guide no. 28: The development and roles of departments of medical education. Medical Teacher, 27(8), 665-675.

[3]Scherpbier A. 2013. Medical education research: a new area. Presented in the 6th Jakarta Meeting on Medical Education, 7-8 December 2013.